November 27, 2022
ilustrasi pasangan (@juyyputri)
Menyikapi teman yang sering menyindir di media sosial bukanlah perkara yang mudah dan menyenangkan. 

Teman dengan tipe ini bahkan masih sempat bermuka dua.

Berperilaku di depan kita seolah tidak ada apa-apa, namun menggambarkan kita dengan sosok yang buruk di sosial media. 

Sikap yang sedemikian rupa juga kerap kali membuat kita sulit untuk memperlakukannya dengan baik.

Bahkan sulit untuk menganggapnya sebagai seorang teman. 

Berikut ini adalah beberapa tips menyikapi teman yang suka menyindir di sosial media:

1. Hilangkan dari circle pertemanan.
Ketika segala macam cara untuk memperbaiki sudah dilakukan tapi tidak ada yang berhasil atau justru semakin menjadi-jadi, maka sudahilah pertemanan tersebut.

Untuk apa tetap dipertahankan sebagai teman jika sikapnya hanya membuat kesakitan? 

Ketika hal tersebut benar-benar sudah mengganggu dan tidak bisa diperbaiki lagi, maka cobalah mulai menjauhinya.

Entah itu dengan mengurangi komunikasi atau memblokirnya sekalian. 

Karena memang itulah cara terakhir yang bisa kita lakukan untuk membuatnya sadar akan kesalahan yang sudah ia lakukan.

2. Cuek saja.
Ketika seseorang yang mulai menyulutkan api dengan berkoar-koar di sosial media dengan menyudutkan orang lain, sudah berusaha untuk ditegur dan diperingatkan berkali-kali namun tidak ada usaha untuk memperbaiki, maka bersikaplah cuek dan tidak peduli.

Karena ada kalanya seseorang yang bermain api, lalu kita tanggapi, seseorang tersebut akan lebih tertarik untuk membuat api yang lebih besar dan merasa bahwa apa yang dia buat bisa menyita perhatian kita. 

Semakin kita mendiamkan usahanya, maka semakin kesal ia dibuatnya. 

3. Batasi interaksi.
Jika kamu sudah mengenal teman yang hanya baik di depanmu, lalu mengejekmu di sosial media, batasi interaksi dengan mereka. 

Jangan buat hubungan kalian terlalu akrab, apalagi sampai menceritakan rahasia atau orang lain. 

Bergaul atau berinteraksi dengan orang yang memiliki kebiasaan seperti itu hanya akan membuat repot saja. 

Bahkan seringkali kita merasa serba salah dalam bersikap. Jadi, akan lebih baik untuk membatasi interaksi dengannya.

4. Menjaga sikap.
Siapa yang menginginkan bahwa dirinya akan diceritakan dengan seburuk-buruknya orang di media sosial.

Tentu akan rasa malu, namun yang paling utama adalah merasa marah, bukan? 

Sayangnya, jika kita belum memiliki cukup bukti untuk membuktikan bahwa yang diceritakan oleh orang yang bersangkutan adalah kita, maka perasaan kita hanya akan dianggap sebagai kesalah pahaman semata.

Ketika dalam kondisi seperti itu, tidak ada salahnya untuk kita lebih menjaga sikap kepada orang lain, introspeksi diri, maupun berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

5. Tanyakan Langsung.
Ketika kamu menyadari bahwa yang sedang di ceritakan oleh temanmu dalam media sosialnya adalah dirimu sendiri apalagi jika kamu memiliki bukti tentang itu, jangan merasa ragu untuk menanyakannya secara langsung. 

Misalnya, kamu bisa mengatakan “X, maaf banget aku mau tanya.

Tadi pagi aku ngasih kamu makanan X, terus tadi aku liat di snapgram kamu ceritain kalo kamu makan X dari temenmu dan itu tidak enak? Itu dari aku, ya?” Atau “X, maaf banget. Kata temen-temen yang kamu ceritain di medsos itu aku, ya? Kok kamu bisa tega banget nyeritain aku seburuk itu?”

Meskipun kebanyakan dari mereka yang ditanya secara langsung akan berdalih dengan seribu alasan, tapi pertanyaan langsung dari kita adalah sebuah tamparan.

Tidak jarang, seseorang yang setelah ditegur langsung oleh orang yang bersangkutan, dia akan buru-buru menghapus cerita sindirannya di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published.